Selasa, 29 Juli 2014

PIALA DUNIA 1938 : Ketika Indonesia ada di Piala Dunia

Tim Hindia-Belanda dalam Piala Dunia 1938
Bungyoriss – Piala Dunia 1938 merupakan Piala Dunia ke-3 yang digelar di Prancis pada 4 – 19 Juni 1938 dengan melibatkan 15 negara sebagai pesertanya dan menjadikan Piala Dunia dengan jumlah partisipan terkecil di luar benua Eropa sepanjang sejarah.

Dalam catatan Wikipedia.org, hanya ada Brasil, Kuba, dan Indonesia (waktu itu masih Hindia-Belanda) yang menjadi peserta di luar benua biru.

Piala Dunia kala itu berlangsung pada masa yang suram. Perang saudara dan penjajahan yang terjadi di beberapa negara, seperti Spanyol, Jepang, dan Austria, menyebabkan beberapa negara gagal ikut serta pada Piala Dunia ke-3.

Sistem turnamen ini masih menggunakan sistem gugur. Artinya jika 2x45 menit kedudukan masih imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2x15 menit. Dan jika hasil tetap imbang akan diadakan laga ulang (pada saat itu belum ada adu pinalti).

Italia menjadi Juara dalam Piala Dunia 1938. Setelah pada babak penyisihan mengalahkan Norwegia, tuan rumah Prancis, dan Brasil di babak semifinal, akhirnya Italia bertemu dengan Hungaria di babak final.

Sebelumnya, Hungaria bertemu Indonesia (Hindia-Belanda), Swiss, dan Swedia di babak semifinal. Namun sayang, kejayaan Hungaria harus terhenti oleh pasukan Gli Azzuri. Mereka menyerah dengan skor 2-4.

Indonesia (Hindia-Belanda)

Piala Dunia 1938 menjadi sejarah keikutsertaan Indonesia dalam turnamen sepakbola terbesar di dunia. Meskipun Indonesia tampil dengan nama Hindia-Belanda, namun menurut FIFA, Indonesia (Hindia-Belanda) tetap tercatat sebagai Negara Asia pertama, dan sejauh ini satu-satunya Negara Asia Tenggara yang pernah berpartisipasi dalam Piala Dunia.

Hindia-Belanda tanpa kerja keras untuk lolos ke Prancis. Memang, dalam agenda kualifikasi Hindia-Belanda harus berhadapan terlebih dulu dengan Jepang untuk dapat lolos. Namun, Jepang yang saat itu sedang perang dengan Tiongkok menyebabkan Indonesia menang tanpa harus bertanding.

Pengiriman kesebelasan tim Hindia-Belanda ke Prancis bukanlah tanpa hambatan. NIVU (Nederlandsche Indische Hindia belanda ) atau organisasi sepak bola hindia belanda di Batavia bersitegang dengan PSSI (Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia) yang saat itu diketuai oleh soeratim sosrosoegondo, ingin pemain mereka yang dikirimkan. NIVU dan PSSI kemudian membuat kesepakatan pada tanggal 5 januari 1937, salah satu butirnya adalah diadakan pertandingan (semacam seleksi tim) antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI sebelum diberangkatkan ke piala dunia. Namun, NIVU melangar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya.


Sulit untuk  mencari secara pasti daftar susunan pemain yang ikut pada piala dunia itu. Selain Hindia-Belanda hanya melakukan satu pertandingan, minimnya pencatatan informasi pada masa itu menjadi suatu kendala  untuk mengetahuinya. Namun yang resmi tercatat oleh FIFA adalah sebagai berikut: Mi Heng Tan (penjaga gawang), Achmad Nawir (kapten), Hong Djien Tan, Frans Meeng, Tjaak Pattiwael, Hans Taihuttu, Suvarte Soedarmadji, Anwar Sutan, Henk Sommers, Frans Hukon, dan Jack Sanniels, sedangkan di bangku cadangan adalah: J. Harting (penjaga gawang), Mo Heng Bing, Dorst, Teilherber, G. Faulheber, R. Telwe, See Han Tan, dan G. Van Den Burgh. Melihat dari nama-namanya, tentu kita patut bangga, karena selain orang-orang Belanda, orang Jawa, Ambong, Tionghoa dan pribumi lainnya pun diikutsertakan dalam skuad. Suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia, semoga  seluruh rakyat Indonesia dapat menyaksikan kembali Timnas Indonesia berlaga pada Piala Dunia. Bukan dengan nama HIndia-Belanda, melaikan dengan nama Indonesia.

Sumber:

Jumat, 18 Juli 2014

Kemenangan Perdana Sebagai Pelatih

Bungyoriss - Filippo Inzaghi sukses menjalani debut sebagai pelatih baru AC Milan setelah menang 2-0 atas klub kasta terbawah Liga Italia, AC Renate, dalam laga uji coba pra musim pertama di Stadion Felice Chinotti, Kamis (17/7) dini hari WIB.

Kiprah Filippo Inzaghi sebagai pelatih AC Milan dibuka dengan kemenangan tim asuhnya atas AC Renate 2-0 pada laga persahabatan pramusim.
Menggunakan formasi 4-3-3 dengan tiga penyerang Mbaye Niang, Giampolo Pazzini dan El Shaarawy, Il Diavolo terlihat tampil menekan sejak menit awal.
Meski begitu, kebuntuan baru terpecah saat laga berjalan 23 menit. Menyambut umpan silang Christian Zaccardo dari sisi kanan, upaya El Shaarawy sempat membentur tiang sebelum akhirnya bola pantul berhasil disabet kembali untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Musim lalu El Shaarawy hanya tampil di enam pertandingan karena mengalami cedera kaki dan gol yang baru saja diciptakannya akan mempertebal rasa percaya diri sang pelatih anyar.
Armada Filippo Inzaghi berhasil menggandakan keunggulan melalui Saponara saat laga memasuki menit 55. Sebelum menghempaskan tembakan, pemain Italia 22 tahun itu terlebih dahulu menahan bola dengan dada usai menerima sodoran Zaccardo.
Di masa jeda Inzaghi melakukan enam perubahan dan terus memberi komando tim untuk menyerang lawan, namun tak ada gol lagi yang tersisa sehingga kemenangan AC Milan tetap bertahan hingga pertandingan bubar.