PIALA DUNIA 1938 : Ketika Indonesia ada di Piala Dunia
![]() |
| Tim Hindia-Belanda dalam Piala Dunia 1938 |
Bungyoriss – Piala Dunia 1938
merupakan Piala Dunia ke-3 yang digelar di Prancis pada 4 – 19 Juni 1938 dengan
melibatkan 15 negara sebagai pesertanya dan menjadikan Piala Dunia dengan
jumlah partisipan terkecil di luar benua Eropa sepanjang sejarah.
Dalam catatan Wikipedia.org, hanya ada Brasil, Kuba, dan
Indonesia (waktu itu masih Hindia-Belanda) yang menjadi peserta di luar benua
biru.
Piala Dunia kala itu berlangsung pada masa yang suram.
Perang saudara dan penjajahan yang terjadi di beberapa negara, seperti Spanyol,
Jepang, dan Austria, menyebabkan beberapa negara gagal ikut serta pada Piala
Dunia ke-3.
Sistem turnamen ini masih
menggunakan sistem gugur. Artinya jika 2x45 menit kedudukan masih imbang, maka
diadakan perpanjangan waktu selama 2x15 menit. Dan jika hasil tetap imbang akan
diadakan laga ulang (pada saat itu belum ada adu pinalti).
Italia menjadi Juara dalam Piala
Dunia 1938. Setelah pada babak penyisihan mengalahkan Norwegia, tuan rumah
Prancis, dan Brasil di babak semifinal, akhirnya Italia bertemu dengan Hungaria
di babak final.
Sebelumnya, Hungaria bertemu
Indonesia (Hindia-Belanda), Swiss, dan Swedia di babak semifinal. Namun sayang,
kejayaan Hungaria harus terhenti oleh pasukan Gli Azzuri. Mereka menyerah
dengan skor 2-4.
Indonesia (Hindia-Belanda)
Piala Dunia 1938 menjadi sejarah
keikutsertaan Indonesia dalam turnamen sepakbola terbesar di dunia. Meskipun Indonesia tampil dengan nama Hindia-Belanda, namun menurut
FIFA, Indonesia (Hindia-Belanda) tetap tercatat sebagai Negara Asia pertama, dan sejauh ini
satu-satunya Negara Asia Tenggara yang pernah berpartisipasi dalam Piala Dunia.
Hindia-Belanda tanpa kerja keras untuk lolos ke Prancis. Memang,
dalam agenda kualifikasi Hindia-Belanda harus berhadapan terlebih dulu dengan Jepang
untuk dapat lolos. Namun, Jepang yang saat itu sedang perang dengan Tiongkok
menyebabkan Indonesia menang tanpa harus bertanding.
Pengiriman kesebelasan tim Hindia-Belanda ke Prancis bukanlah
tanpa hambatan. NIVU (Nederlandsche Indische Hindia belanda ) atau organisasi sepak bola
hindia belanda di Batavia bersitegang dengan PSSI (Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia) yang saat itu diketuai oleh soeratim sosrosoegondo, ingin pemain
mereka yang dikirimkan. NIVU dan PSSI kemudian membuat kesepakatan pada tanggal
5 januari 1937, salah satu butirnya adalah diadakan pertandingan (semacam
seleksi tim) antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI sebelum
diberangkatkan ke piala dunia. Namun, NIVU melangar perjanjian dan
memberangkatkan tim bentukannya.
Sulit untuk mencari secara
pasti daftar susunan pemain yang ikut pada piala dunia itu. Selain Hindia-Belanda hanya melakukan satu pertandingan, minimnya pencatatan informasi pada masa itu
menjadi suatu kendala untuk mengetahuinya. Namun yang resmi tercatat
oleh FIFA adalah sebagai berikut: Mi Heng Tan (penjaga gawang), Achmad Nawir
(kapten), Hong Djien Tan, Frans Meeng, Tjaak Pattiwael, Hans Taihuttu, Suvarte
Soedarmadji, Anwar Sutan, Henk Sommers, Frans Hukon, dan Jack Sanniels,
sedangkan di bangku cadangan adalah: J. Harting (penjaga gawang), Mo Heng Bing,
Dorst, Teilherber, G. Faulheber, R. Telwe, See Han Tan, dan G. Van Den Burgh.
Melihat dari nama-namanya, tentu kita patut bangga, karena selain orang-orang
Belanda, orang Jawa, Ambong, Tionghoa dan pribumi lainnya pun diikutsertakan
dalam skuad. Suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia, semoga seluruh rakyat Indonesia dapat menyaksikan kembali Timnas Indonesia berlaga pada Piala Dunia. Bukan dengan nama HIndia-Belanda, melaikan dengan nama Indonesia.
Sumber:

